Modernisasi Pondok Pesantren Gontor

Pembaharuan di Pondok Gontor mencakup setidaknya tiga aspek modernisasi: aspek kelembagaan, manajemen, dan organisasi pesantren, kurikulum, metode dan sistem pendidikan.

Tujuan Pendidikan Islam

Pendidikan Islam lebih menekankan pada keseimbangan dan keserasian perkembangan hidup manusia. Pendidikan Islam adalah pendidikan keberagaman yang berlandaskan keimanan yang berdiri diatas filsafat pendidikan yang benar.

Studi Prinsip- Prinsip Dasar Metode Pengajaran Bahasa Arab

Ada lima prinsip dasar dalam pengajaran bahasa Arab asing, yaitu prinsip prioritas dalam proses penyajian, prinsip koreksitas dan umpan balik, prinsip bertahap, prinsip penghayatan, serta korelasi dan isi

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Runtuhnya Sumber Daya Manusia.

Saturday, September 14, 2013

Penyebab Runtuhnya Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Hidup

Oleh : M Zaki Maramis Jakarta / Hk Ekonomi Syari'ah II
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM  adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
       Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost).
       Disini kita sebagai manusia yang notabene adalah makhluk terpilih yang dijadikan ALLAH sebagai khalifah dimuka bumi ini dituntut untuk mampu dalam menyejahterakan kehidupan.Baik kehidupan kita sebagai manusia maupun kehidupan hewan bahkan tumbuhan sekalipun.Tetapi amat disayangkan bahwa pengaruh sumber daya manusia pada saat-saat sekarang ini khususnya dinegara Indonesia bukannya meningkat kelevel yang lebih tinggi,akan tetapi malah menurun bahkan bisa dikatakan runtuh.Mengapa dikatakan demikian? Itu semua dikarenakan berbagai sebab,salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia.
       Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna.
Selama ini, banyak pendapat beranggapan bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak perduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu jugalah yang menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah. Setiap orang mempunyai kelebihan dibidangnya masing-masing dan diharapkan dapat mengambil pendidikaan sesuai bakat dan minatnya bukan hanya untuk dianggap hebat oleh orang lain.

        Dalam pendidikan di sekolah menegah misalnya, seseorang yang mempunyai kelebihan dibidang sosial dan dipaksa mengikuti program studi IPA akan menghasilkan efektifitas pengajaran yang lebih rendah jika dibandingkan peserta didik yang mengikuti program studi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Hal-hal sepeti itulah yang banyak terjadi di Indonesia. Dan sayangnya masalah gengsi tidak kalah pentingnya dalam menyebabkan rendahnya efektifitas pendidikan di Indonesia.

          Beberapa masalah efisiensi pengajaran di dindonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pegajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.

Negara Dan Demokrasi

Oleh : Hafid Khoir Maulana Pekalogan / PMH II
Dalam negara versi penjajah, yaitu negara demokrasi, agama dipisahkan dari negara. Maka dari itu, agama hanya berperan sebagai keyakinan pribadi, tak menjadi pengatur kehidupan publik dalam berbagai bidang kehidupan.
   Namun Islam tak mengakui sekularisme dari penjajah kafir. Karenanya, agama dalam negara Khilafah tak hanya menjadi dasar keyakinan dan amal perbuatan individu muslim, tapi juga menjadi landasan pengaturan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.Telaah ini akan mengkaji kitab Muqaddimah Ad-Dustur (2009) karya Imam Taqiyuddin an-Nabhani, yang menjelaskan 2 (dua) peran agama --khususnya Aqidah Islam-- dalam Negara Khilafah, yaitu sebagai dasar negara dan sumber dari segala undang-undang.Dua peran penting Aqidah Islam ini termaktub dalam Rancangan UUD Negara Khilafah (Masyru' Dustur) pasal 1 yang berbunyi,"Akidah Islam adalah dasar negara. Segala sesuatu yang menyangkut institusi negara, perangkat negara, dan pengawasan atas tindakan negara, harus dibangun berdasarkan Aqidah Islam. Aqidah Islam menjadi asas undang-undang dasar dan perundang-undangan syar'i. Segala sesuatu yang berkaitan dengan undang-undang dasar dan perundang-undangan, harus terpancar dari Aqidah Islam." (An-Nabhani, Muqaddimah al-Dustur, hal. 5).

Aqidah Islam Dasar Negara
   
Aqidah Islam adalah iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, dan Qadha serta Qadar baik buruknya dari Allah SWT. (An-Nabhani, Al-Syakhshiyah al-Islamiyah, Juz I hal. 29). Aqidah Islam ini berpangkal pada dua kalimah syahadat, yaitu kesaksian Laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah. Sedang pengertian negara (daulah), adalah institusi pelaksana bagi sekumpulan konsep (mafahim), kriteria (maqayis), dan keyakinan (qanaat) yang telah diterima oleh sekelompok manusia. (An-Nabhani, Muqaddimah al-Dustur, hal. 6).
   Maka dari itu, jika dikatakan Aqidah Islam adalah dasar negara Khilafah, artinya segala pengaturan kehidupan bernegara dan bermasyarakat tidak boleh lepas dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Tidak boleh ada satu pun konsep (mafahim), kriteria (maqayis), ataupun keyakinan (qanaat) yang tidak bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Jadi segala hal yang menyangkut institusi negara (kiyan ad-daulah), perangkat negara (jihaz ad-daulah), dan pengawasan terhadap negara (muhasabah ad-daulah), tidak boleh didasarkan pada konsep (mafahim), kriteria (maqayis), ataupun keyakinan (qanaat) yang tidak bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah.Contoh, institusi negara Khilafah tidak boleh didasarkan pada konsep (mafahim) demokrasi. Sebab demokrasi tidak lahir dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Jadi tak boleh menyebut bentuk negara Khilafah sebagai republik atau republik Islam. Sebab bentuk republik didasarkan pada konsep demokrasi yang amat bertentangan dengan Islam. Pertentangannya bukan karena demokrasi menetapkan kekuasaan sebagai hak rakyat, melainkan karena demokrasi memberikan hak menetapkan hukum kepada manusia. Ini bertentangan dengan Aqidah Islam yang menegaskan hanya Allah saja yang berhak menetapkan hukum. (QS Al-An'am : 57).
Jika negara indonesia menetapkan dasar tatanan hukum sama seperti konsep negara khilafah maka akan tercipta negara yang aman dan tentram karena rakyatnya akan menjalankan syariat agama dan para penjabat akan bersih dari praktek KKN dan lebih mementingkan rakyatnya semata-mata takut pada ALLAH dan karena hukum islam akan menimbulkan efek jera yang sesungguhnya kepada pelaku daripada sistem hukum demokrasi yang mementingkan hak asasi mnusiayang seringkali menjadi alasan di negeri penganuut demokrasi maka kita sebagai penerus bangsa di harapkan dapat merubah system demokrasi yangdi anut indonesia saat ini ingat allah telah berfirman dalam ayatnya(inna allaha la yughoyyiru bi koumin khatta yughoyyiru ma bi anfusihim)wa allahu a lam.)


Antara Ekonomi Kapitalis dan Ekonomi Sosiali

Oleh : Gani Surahman / Ekonomi Syari'ah III
John Adam Smith atau yang lebih terkenal dengan Adam Smith adalah seorang ahli filsuf berkebangsaan Skotlandia. Beliau dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi dunia setelah menerbitkan sebuah buku yang berjudul: The Wealth of Nations. Secara garis besar, buku ini membahas mengenai: apa yang menentukan tingkat kemakmuran suatu bangsa dan bagaimana taraf hidup rakyat dapat ditingkatkan dan didistribusikan.
            Menurut Adam Smith, secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Ini yang banyak dikenal sebagai teori ekonomi klasik. Dalam analisisnya, Adam Smith banyak menggunakan istilah-istilah normatif seperti: nilai (value), kekayaan (welfare), dan utilitas (utility), berdasarkan asumsi berlakunya hukum alami.
            Dalam sistem kapitalis, Tuhan dipensiunkan (retired God). Hal ini direfleksikan dalam konsep laissez faire dan invisible hand. Dari falsafah ini kita bisa melihat tujuan ekonomi kapitalis hanya sekadar pertumbuhan ekonomi. Asumsinya dengan pertumbuhan ekonomi setiap individu dapat melakukan kegiatan ekonomi demi tercapainya kepuasan individu.
Begitu pula dengan norma-norma ekonomi. Karena peran Tuhan sudah ditiadakan, semua hal diserahkan kepada individu. Akibatnya dalam sistem kapitalis kepemilikian individu menjadi absolut. Norma-norma yang dibangun berdasarkan pada individualisme dan utilitarianisme. Setiap barang dianggap baik selama bernilai jual, tidak ada batasan ataupun norma yang jelas, baik dan buruk diserahkan kepada individu masing-masing. Dari sinilah kerusakan berawal, terjadi kedzaliman terhadap sesama manusia, ketimpangan ekonomi dan sosial, perusakan alam, dan sebagainya, semuanya terjadi demi meraih kepuasan individu tanpa dibatasi oleh norma-norma agama.
Sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kam kapitalis atau kam borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.

            Menurut Marx, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dilakuakan untuk menghancurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat. Kritik Marx atas kapitalisme ini diimplementasikan oleh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara lain : Pertama, menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat. Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.

Gontor, Kampus Siman 14 September 2013

Penyebab Liberalnya Alumni Universitas Barat

Oleh : Pandu Fathurrohman
Dewasa banyak kita ketahui bahwa alumni dari universitas Barat cenderung menjadi seorang yang liberal yang kemudian banyak menyesatkan pemikiran-pemikiran Islam di Indonesia ini.Diantara berbagai sebab yang timbul ialah; pertama,lingkungan mereka,sebagaimana kita ketahui bahwa lingkungan Barat sebetulnya kurang cocok untuk melangsungkan studi,karena  lingkungan Barat cenderung terkontraminasi olejh paham-paham yang salah dan menyesatkan,dimana Barat inilah yang telah melahirkan sendiri pemikiran-pemikiran sekaligus ajaran-ajaran yang menyesatkan seperti yang banyak terjadi sekarang,contohnya:sekularisme,pluralisme,sosialisme,bahkan liberalisme sendiri.Di Barat masyarakatnya juga menganut kebebasan sehingga mau tidak mau pasti akan sedikit terpengaruh oleh budaya Barat yang menjunjung tinggi kebebasan,padahal dalam Islam kebebasan itu hendaknya harus didasari dengan Ilmu sehingga tidak merugikan.Sehingga faktor lingkungan inilah salah satu faktor dan sebab yang menimbulkan liberalisme itu sendiri. Jadi dapat dijelaskan bahwa landasan seseorang beraktifitas sehari- hari adalah karena faktor lingkungan,inilah yang selanjutnya mengakibatkan berbagai macam hal masuk kedalam otak. Dalam otak, berbagai macam hal tersebut diolah oleh otak sehingga menjadi sebuah pemahaman melalui sistem penarikan sebuah kesimpulan. Setelah sistem penarikan kesimpulan berhasil menciptakan sebuah pemikiran, maka selerapun muncul untuk menetapkan pemikiran tersebut sebagai hal yang baik atau buruk. Dan ketika sudah di tetapkan, maka peran cerebelum dan hipotalamus pun muncul sebagai tindakan yang akan menyertai. Jika seseorang selalu mendapatkan pemikiran yang bersifat negatif, maka hipotalamus pun akan mempengaruhi tindakan untuk menyertai pemikiran tersebut. Tetapi jika seseorang selalu mendapatkan pemikiran yang bersifat positif, maka cerebelum pun akan mempengaruhi pemikiran tersebut.Kemudian,faktor yang kedua,guru dan dosen yang sesat serta menyesatkan,tak heran muridnya pasti akan mengikuti jejak seorang guru tersebut,karena guru tersebut telah menenemkan racun-racun mereka terhadap mahasiswa anak didiknya yang pemahamannya bisa dibilang kurang mencukupi sehingga akan mudah menerima dan terpengaruh oleh hal-hal yang dianggapnya baru.Karena seorang mahasiswa akan menyerap ilmu apapun dari dosennya tersebut sekaligus doktrin-doktrinnya. Dosen dalam menyampaikan pikirannya tanpa disadari
atau tidak sesungguh nya telah mempengaruhi mahasiswanya.Faktor ketiga adalah buku yang dibacanya,baik yang dipelajari maupun yangada di perpustakaannya,karena begitu besarnya pengaruh buku tersebut sehingga sulit dilepaskan dari ilmu dan pemikiran yang akan didapatkan dan diaplikasikan oleh pembacanya tersebut.Selain itu,buku merupakan salah satu sarana terbaik bagi pembelajaran dan pendidikan. Sebuah buku yang baik selalu memberikan pengaruh yang bermanfaat ke dalam benak pembacanya. Ia akan meninggikan jiwa dan pemikirannya. Ia juga akan memperbesar khazanah pengetahuannya.Nah jika buku yang dibaca dan dipelajari salah maka akan timbullah kesalahpahaman dan akhirnya menyesatkan pambacanya.Mungkin masih banyak lagi sebab-sebab dan faktor-faktor yang menyebabkan liberalnya mahasiswa lulusan Barat,dan jika diungkit kembali Universitas di Barat yang didirikan oleh orang-orang yang cenderung tidak memahami agama maka akan mungkin terbuka peluang besar untuk membawa mahasiswanya mempunyai pemikiran yang salah alih-alih justru ilmu yang didapatkannya menyesatkan banyak orang dan malanceng dari tujuannya dalam mencari ilmu.Sekian dan Terima Kasih.

Gontor, Kampus Siman 14 September 2013

Studi Sejarah Pendidikan Islam

Oleh : Muhammad Syafii Medan / PAI III

A.    Studi Sejarah Pendidikan Islam
            Secara etimologis perkataan “sejarah” yang dalam bahasa Arab disebut tarikh, sirah atau ilmu tarikh yang berarti ketentuan masa lampau. Sedangkan secara terminologi sejarah adalah keterangan yang telah terjadi pada masa lampau.
            Sedangkan pendidikan Islam menurut Prof Dr. Omar Muhammad adalah usaha mengubah tingkah laku sendiri dan kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya melalui proses kependidikan yang dilandasi dengan nilai-nilai Islam.
            Bila dirangkaikan kata sejarah dengan kata pendidikan Islam dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Catatatan peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari sejak lahirnya hingga sekarang ini.
2.      Satu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi gagasan atau ide-ide, konsep lembaga maupun operarionalisasi sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.

B.     Obyek dan Metode Sejarah Pendidikan Islam
     1. Obyek Sejarah Pendidikan Islam
            Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandangan atau fakta atau kejadian tentang peradaban suatu bangsa, maka obyek sejarah pendidikan Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik informal, formal maupun non formal.

     2. Metode Sejarah Pendidikan Islam
            Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisasi secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau, yaitu diperoleh melalui proses yang disebut historiografi (penulisan sejarah). Mengenai metode yang dipergunakan dalam penggalian dan penulisan sejarah pendidikan Islam itu sendiri ada bermacam-macam, Untuk penggalian sejarah umumnya menggunakan metode, yaitu:
a.      Metode lisan
b.      Metode Observasi
c.      Metode Dokumentar
 Sedangkan dalam rangka penulisan sejarah pendidikan Islam menggunakan metode:
a.      Metode diskriftif, dalam metode ini digambarkan pendidikan Islam, yaitu ajaran yang dibawa Rasulullah SAW dalam al-Qur’an dan Hadist yang berhubungan dengan pendidikan, diuraikan sebagaimana adanya, dengan tujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam syariat Islam tersebut.
b.      Metode koperatif, dalam metode ini berusaha membandingkan sebuah perkembangan pendidikan Islam dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam.
c.      Metode analisis sintesis, dalam metode ini pendidikan Islam dilihat secara kritis, analisis dan bahasan yang luas serta ada kesimpulan yang spesifik sehingga tampak adanya kelebihan dan kekhasan pendidikan Islam.

C.    Kegunaan Sejarah Pendidikan Islam
            Pada dasarnya kegunaan sejarah pendidikan Islam ada dua, yaitu:
1-     Bersifat Umum, yaitu sebagai faktor keteladanan
2-     Bersifat khusus, yaitu berguna dalam bidang akademis, karena kedudukan sejarah pendidikan Islam selain untuk perbendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan juga dalam rangka menumbuhkan persfektif baru dalam usaha mencari relevansi pendidikan Islam terhadap segala bentuk pertumbuhan dan perkembangan Iptek.

D.    Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam
            Secara garis besar Harun Nasutioan membagi sejarah Islam kepada tiga periode, yaitu periode klasik, pertengahan dan modern.
            Kemudian periodisasi sejarah pendidikan Islam itu sendiri adalah:
1-      Masa pertumbuhan dan perkembangan Pendidikan Islam, yaitu sejak masa Rasulullah SAW, masa Khulafaurrasyidin dan masa Umayyah.
2-      Masa kejayaan pendidikan Islam, yaitu berlangsung sejak pemerintahan Daulah Abbasiyah sampai dengan jatuhnya kota Bagdad yang ditandai dengan perkembangan dan kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam.
3-      Masa kemunduran pendidikan Islam, yaitu berlangsung sejak jatuhnya kota bagdad sampai jatuhnya Mesir oleh Napoleon sekitar abad 18 M yang ditandai dengan lemahnya kebudayan Islam  dan berpindahnya pusat pengembangan kebudayaan dan peradaban manusia ke barat.

4-      Masa Pembaharuan pendidikan Islam, berlangsung sejak pendudukan Mesir oleh Napoleon di akhir abad ke 18 M sampai sekarang.

Gontor. Kampus Siman 14 September 2013

Beberapa Faktor Runtuhnya Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Hidup

Oleh : M. Ajrin Muzakkir / Hk Ekonomi Syria'ah I
       SDM atau sumber daya manusia adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformative, yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
       Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost).

       Disini. Manusia yang notabenenya adalah makhluk terpilih yang dijadikan Allah sebagai khalifah dimuka bumi ini, dituntut untuk mampu dalam menyejahterakan kehidupan. Baik kehidupan pribadi maupun kehidupan Masyrakat umum. Tetapi amat disayangkan bahwa, pengaruh sumber daya manusia pada saat-saat sekarang ini khususnya dinegara Indonesia bukannya meningkat kelevel yang lebih tinggi, akan tetapi malah menurun bahkan bisa dikatakan runtuh. Mengapa dikatakan demikian? Itu semua dikarenakan berbagai sebab, salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia.
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna bagi para murid.
          Beberapa masalah efisiensi pengajaran di dindonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pegajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.
        Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
        Dengan keadaan yang demikian itu (kurangnya efektifitas pendidikan, kualitas guru, dan mahalnya biaya pendidikan) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004), siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat.

       Kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya malu dengan keadaan sumber daya manusia di negeri kita ini yang bukannya naik malah menurun,yang mana salah satu penyebabnya yang paling berpengaruh adalah rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.Maka dari itu sebisa mungkin kita harus bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang ada dinegeri kita tercinta ini agar bisa menaikkan mutu sumber daya manusianya sehingga kesejahteraan hidup kita dapat terpenuhi dengan baik.

Gontor, Kampus Siman 14 September 2013

Arah Dan Tujuan Pendidikan Islam

Oleh : Faris W Aramadhan/ PAI I
Pendidikan Islam di Indonesia secara normative pada dasarnya bersumber dari ajaran Agama Islam yang universal. Konsisten dengan prinsip ini, pendidikan Islam akan mampu bertahan dalam perubahan yang terjadi dari masa ke masa.

              Masa depan pendidikan Islam di Indonesia ditentukan baik oleh faktor internal maupun oleh faktor eksternal.Secara internal, dunia pendidikan Islam pada dasarnya masih menghadapi problem pokok berupa rendahnya kualitas sumber daya manusia pengelola pendidikan. Hal ini terkait dengan program pendidikan dan pembinaan  tenaga kependidikan yang masih lemah dan pola rekrutmen tenaga pegawai yang kurang selektif. Secara eksternal, masa depan pendidikan Islam dipengaruhi oleh 3 isu besar, Yang meliputi. Globalisasi, Demokratisasi dan Liberalisasi.
Menetapkan Al-qur’an dan Hadits sebagaidasar pendidikan Islam bukan hanya dipandang sebagai kebenaran yang didasarkan pada keimanan semata. Namun justru karena kebenaran yang terdapat dalam kedua dasar tersebut dapat diterimaoleh nalar manusia dan dibolehkan dalam sejarah atau engalaman kemanusiaan.
Sebagian para ahli mengatakanbahwa tujuan pendidikan Islam adalah membimbing umat manusia agar menjadi hamba yang bertaqwa kepada Allah, yakni melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, dengan penuh kesadaran dan ketulusan.
Kecenderunga menjadi orang baik ini selanjutnya menjadi kecenderungan beragama yang menjadi salah satu fitrah manusia. Hadits Rasulullah SAW misalnya mengisyaratkan: “tiap orang yang dilahirkan membawa fitrah. Ayah dan ibunyalah yang menjadikannya yahudi,nasraniatau majusi.”(HR.Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan kecenderungan berbuat baik tersebut, maka pendidikan Islam memiliki tanggung jawab mengupayakan agar manusia senatiasa mewujudkan kecenderungan baiknya dan menghindari dari mengikuti kecenderungan yang buruk.
Tujuan merupakan fitrah yang telah melekat dalam diri setiap Insan.Tidak ada tindakan manusia yang tidak memiliki tujuan. Seungguhnya perbuatan seorang yang ia lakukan tanpa sadar mempunyai tujuan walaupun ia tidak mengetahui tujuan itu.
Dalam bidang pendidikan,seorang mahasiswa akan belajar tekun sepanjang tahun,bila dalam benaknya selalu terbayang apa tujuan yang akan ia capai dengan pendidikan tersebut.Iaakan berusaha sekuat tenagamencapai tujuan  yang ia idam-idamkan.
Dari uraian diatas, maka  pendidikan Islam adalah pendidikan yang syumul, yang mencakup semua segi pendidikan,baik kognitif, afektif dan psikhomotorik. Dengan demikian tujuan pendidikan juga akan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Bila setiap individu, mengambil peranan penting dalam meningkatkan pendidikan, agar terbentuknya individu-individu sholeh dan muslih, maka keluarga Muslim akan tercipta dengan sendirinya dan selanjutnya keluarga tersebut akan menjadi dasar bagi pembentukan masyarakat Muslim yang baik.

Gontor, Kampus Siman 14 September 2013